Minggu, 04 September 2016

DUNIA YANG MENIPU

Allah menciptakan manusia di dunia, diberikan tugas pokok yaitu untuk beribadah dan bersujud kepada-Nya. Ini berdasarkan firman Allah dalam QS. Adz-dzariyat ayat 56 :

وَمَا خَلَقْتُ اْلجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ 
Artinya : "Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah (beribadah) kepada-Ku."

Setelah manusia terlahir ke dunia, ternyata apa yang dijanjikan Allah, mereka lupakan, sebab beratnya pengaruh/gangguan kehidupan dunia, sebagaimana firman Allah : QS. Al 'Araf ayat 173 :

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِى ءَادَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُوْلُوا يَوْمَ اْلقِيَمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَفِلِيْنَ

Artinya :"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)", QS. Al'Araf ayat 172.

Kehidupan dunia ini adalah kehidupan yang menipu, semu, sebentar, tidak abadi, sebagaimana fatamorgana yang ada di padang pasir atau kilauan air di siang hari yang panas, yang ada di atas jalan raya, firman Allah dalam Al Qur'an di bawah ini :
1. QS. Ali Imran ayat 38, yang artinya : " Kenikmatan hidup di dunia Ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit."
2. QS. Ali Imran ayat 196-197 yang artinya : "Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak[260] di dalam negeri.[260]  Yakni: kelancaran dan kemajuan dalam perdagangan dan perusahaan mereka.

Walaupun di dunia ini kita kaya raya, terhormat, punya kekuasaan, disegani, dimulyakan, apa yang kita inginkan terpenuhi, namun jika tidak mendapat hidayah dari Allah SWT, semuanya tidak ada artinya, tidak ada manfaatnya,  tidak bisa untuk menebus atau membayar atau menolak siksaan Allah SWT, bahkan justru mengekalkan kita dalam neraka. Firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 116 yang artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."

Sebagai bukti, bahwa dunia itu membujuk atau menipu kepada kita, contoh;ketika kita belum punya apa-apa, kita ingin pertama punya sepeda, setelah punya sepeda kita ingin punya sepeda motor, ingin punya rumah, ingin punya mobil, terus ingin semuanya dimiliki. "Dan keinginan itu tidak akan berhenti, kalau manusia belum meninggal, dan manusia akan tidak ingin lagi kalau sudah ditimbun tanah alias meninggal dunia." Demikian sabda Rasulullah SAW dalam HR.Imam Bukhari jus 8.


Dunia ini adalah untuk bekal menuju akherat, maka kita jangan sampai ditipu atau dikelabuhi oleh kehidupan duniawi, yang semu dan menggiurkan, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yang artinya "Kehidupan dunia itu menggiurkan dan menyenangkan," maka ambilah yang menjadi bagian kita tidak usah memikirkan bagian orang lain.














1 komentar:

  1. Jangan jadi anaknya dunia (hanya memikirkan dunia) dan jadilah anaknya akherat (dipersungguh ibadahnya)

    BalasHapus